Pages

Subscribe:

Labels

Running Live Currency

Senin, 15 Juli 2013

Dolar tembus Rp 10.000, BI diminta naikkan lagi suku bunganya

Nilai tukar rupiah terus tergerus dolar AS. Bahkan nilai tukar rupiah dari kurs tengah Bank Indonesia telah lebih dari Rp 10.000 per USD. Hal tersebut terjadi karena suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate yang masih tergolong rendah meski telah terjadi kenaikan 50 bps menjadi 6,5 persen.

Kepala Ekonom Bank Standard Chartered Fauzi Ichsan mengatakan, untuk mengembalikan keperkasaan rupiah terhadap USD maka bank sentral harus kembali menaikkan suku bunganya. Dari penilaiannya, Bank Indonesia harus menaikkan BI Rate mencapai 7 persen hingga akhir tahun.

"BI setelah kenaikan BI Rate itu untuk menekan. Sementara ini BI menurut saya tidak akan menaikkan suku bunga lagi. Pandangan kita tetap BI rate harus naik lagi sampai 7 persen. Bagaimana membuat rupiah menarik lagi," ucap Fauzi ketika ditemui di Jakarta, Senin (15/7) malam.



Menurutnya, rendahnya suku bunga saat ini membuat para eksportir dan pengusaha enggan menjual dolar ke pasar. Jika keadaan seperti ini terus dipertahankan, maka BI harus terus memasok dolar. Tentu saja kondisi ini membuat cadangan devisa terus menurun.

"Kalau eksportir, pengusaha dan masyarakat tidak jualan dolar artinya BI terus masok dan cadev terus turun. Membuat rupiah menguat ya naikkan lagi BI Rate," katanya.

Dengan kenaikan suku bunga, dia yakin rupiah kembali perkasa terhadap USD. Para pengusaha maupun eksportir akan melepas dolar mereka ke pasar.

"Prediksi saya bulan depan akan naik 25 bps dan September naik 25 bps. Sampai akhir tahun 7 persen," tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar